Home > Articles > Parenting Tips > Tips Menata Rumah yang Aman dan Nyaman bagi Anak

Tips Menata Rumah yang Aman dan Nyaman bagi Anak

Rasa ingin tahu mendorong anak untuk terus bereksplorasi dan mencoba hal baru. Karena itu, Ayah dan Bunda wajib memperhatikan kesehatan dan keselamatan mereka, termasuk menciptakan rumah yang aman dan nyaman bagi Si Kecil. Apa saja kriteria rumah yang ramah anak? Yuk, simak!

Kebebasan bereksplorasi secara mandiri dapat mendukung tumbuh kembang anak, secara fisik maupun mental. Maka, menciptakan rumah yang aman dan nyaman bagi sang buah hati tercinta wajib menjadi prioritas orang tua. Dan, setidaknya, rumah yang ramah anak harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain:

  • Bersih dan sehat, dengan sirkulasi udara, serta pencahayaan yang baik.
  • Mengutamakan keselamatan setiap anggota keluarga.
  • Mendukung anak berkreasi dan bereksplorasi.

Nah, sederet kriteria tersebut barangkali terasa sepele. Namun, tidak jarang ada detail yang luput dari perhatian, lalu menyebabkan cedera kecil, tersedak, keracunan, hingga luka bakar. Penyebab yang paling sering terjadi, antara lain karena terburu-buru, tidak fokus, terdorong, tidak paham, atau terlalu bersemangat.

Maka, apabila hendak meminimalisir risiko yang mungkin terjadi, berikut ini upaya yang dapat Ayah dan Bunda lakukan:

  1. Antisipasi risiko terjatuh dari ketinggian

Umum terjadi di sekitar tangga atau tempat tidur, namun tentu sebaiknya dihindari. Terlebih, risiko cedera dapat berupa luka luar hingga pendarahan dalam. Karena itu, Ayah dan Bunda sebaiknya melakukan langkah antisipasi berikut ini:

  • Menyesuaikan permainan yang melibatkan panjatan atau ketinggian dengan kemampuan usianya.
  • Menempatkan bayi pada tempat tidur yang dilengkapi pagar pengaman.
  • Menjauhkan kursi atau pijakan dari dekat jendela.
  • Memasang teralis jendela.
  • Memastikan akses menuju balkon selalu tertutup rapat atau terkunci.
  • Memberi pegangan dan pencahayaan cukup di sekitar anak tangga.
  • Memberi pagar pada bagian atas tangga, yang tidak dapat dibuka oleh anak.
  • Menempatkan alas karet di lantai kamar mandi, ruang bermain, dan taman bermain anak.
  • Menyingkirkan barang-barang yang ada di tangga.
  • Menempatkan furnitur di tepi dinding atau menempel pada tembok, sehingga ruang gerak lebih luas.
  1. Mencegah anak terlilit, tersedak, atau tercekik

Memasukkan benda ke dalam mulut menjadi salah satu cara untuk memuaskan rasa penasaran pada anak. Namun, menjadi bahaya jika benda tersebut sampai tertelan dan membuat anak tersedak. Untuk menghindari hal tersebut, Ayah dan Bunda wajib melakukan upaya-upaya berikut ini:

  • Memastikan lantai rumah bebas dari benda yang berpotensi bahaya seperti kelereng, benang, tali, sedotan, tutup botol, penjepit, dan semacamnya, ketika anak bermain tanpa pengawasan.
  • Menghindari pakaian atau mainan dengan kancing dan tali. Atau, minimal memastikan bahwa aksen tersebut terpasang kuat dan kokoh..
  • Merapikan atau merekatkan kabel pada lantai.
  • Mengangkat atau melipat tirai yang menyentuh lantai.
  • Menjauhkan bantal atau boneka besar dari area tidur anak.
  • Menjauhkan anak dari benda yang dapat melilit, baik berupa pita, ikat pinggang, kabel, bahkan tali tas selempang.
  1. Menghindari luka bakar

Di rumah, terdapat berbagai perangkat yang bekerja dengan listrik atau menghasilkan panas. Agar anak terhindar dari bahaya benda tersebut, lakukan hal-hal ini:

  • Memasang penutup pada lubang sambungan listrik.
  • Menjauhkan anak dari benda penghasil panas, seperti setrika, korek api, kompor, dan semacamnya.
  • Membantu anak menuangkan air panas untuk minum, mandi, atau menyeduh sesuatu.
  • Menjauhkan anak dari dapur atau memasang pagar di pintu dapur.
  1. Mencegah keracunan

Selain makanan, penyebab keracunan pada anak bisa berupa kelengkapan rumah seperti deterjen, kosmetik, parfum, obat-obatan, atau mainan. Nah, berikut ini langkah-langkah untuk menghindari risiko keracunan pada anak:

  • Memilih mainan dengan bahan yang aman dan non-toxic.
  • Menyingkirkan produk kadaluarsa.
  • Mengamankan produk berbahan kimia, berupa obat-obatan hingga kosmetik, dari jangkauan anak.
  • Menghindari penggunaan botol minuman atau wadah makanan untuk cairan pembersih atau non-edible product lainnya.
  • Memaksimalkan pemanfaatan bahan-bahan organik atau alami.
  • Mencuci benda-benda baru untuk menghindari efek buruk volatile organic compounds (VOC) dan polybrominated diphenyl ethers (PBDEs).

 

  1. Mencegah anak terluka

Luka bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain tergores, terjepit, terbentur, atau tertusuk. Maka, inilah langkah-langkah pencegahan yang dapat Ayah dan Bunda lakukan:

  • Melapisi kaca jendela, pintu, lemari, atau meja dengan lapisan tahan pecah.
  • Mengawasi anak ketika bermain dengan hewan peliharaan.
  • Menyingkirkan potongan benda yang tajam dari area bermain anak.
  • Tidak memberi benda pecah belah pada balita.
  • Mengamankan alat pemotong dari jangkauan anak.
  • Menggunakan penahan pintu agar anak tidak terjepit.
  • Lapisi bagian runcing atau tajam dari perabotan dengan karet.
  1. Menghindari risiko tenggelam

Ada kemungkinan balita tercebur dalam bak air atau kolam. Untuk menghindari kondisi terburuk, terapkan poin-poin berikut ini:

  • Menutup bak air ketika tidak digunakan.
  • Mengunci atau menutup akses menuju kolam renang.
  • Melapisi tepian kolam renang dengan karet.

Selain 6 risiko yang telah disebutkan diatas, Ayah dan Bunda juga harus menghindari faktor-faktor penyakit yang ada di rumah, seperti tumpukan sampah, virus, nyamuk, dan jamur. Intinya, pastikan rumah selalu kondusif, untuk menjamin keselamatan, keamanan, kesehatan, dan kenyamanan seluruh anggota keluarga.

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn