Home > Articles > Kehamilan & Menyusui > Porsi dan Jadwal Pemberian ASI Selama Masa MPASI

Porsi dan Jadwal Pemberian ASI Selama Masa MPASI

Setelah 6 bulan memperoleh asupan ASI eksklusif, bayi akan diberi MPASI atau makanan pendamping ASI. Bagaimana pembagian porsi yang tepat untuk mencukupi kebutuhan nutrisi bayi? Apakah ASI masih harus diberikan dalam jumlah yang sama, atau dikurangi?

Setelah berusia 6 bulan, bayi telah dinyatakan lulus ASI eksklusif. Selanjutnya, Ayah dan Bunda akan memasuki masa-masa pemberian MPASI (Makanan Pendamping ASI) ketika bayi berusia 6—24 bulan. Sebagai makanan “pendamping”, dan bukan “pengganti”, maka bayi tetap harus diberi ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.

Nah, dalam masa-masa ini, Ayah dan Bunda wajib lebih cermat dalam mengatur asupan harian bayi. Ingat prinsip pola makan 3J, yaitu tepat jenis, tepat jumlah, dan tepat jadwal. Sediakan makanan sehat dengan kandungan nutrisi dan tekstur yang sesuai usia bayi, sajikan dalam porsi yang cukup, serta berikan secara teratur, sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Ribet? Barangkali, di awal akan terasa lebih repot dari biasa. Tapi, Ayah dan Bunda santai saja. Lambat laun, ketika kebiasaan makan yang baik sudah terbentuk, secara naluri bayi akan mengikuti, sehingga pelaksanaannya akan menjadi lebih ringan dan dapat mengandalkan insting.

Lagipula, penerapan pola makan yang baik pada bayi memiliki beragam manfaat, antara lain:

  • Membiasakan pola hidup sehat sejak usia dini.
  • Menjaga dan menstimulasi indera perasa bayi.
  • Mengoptimalkan fungsi organ dan sistem metabolisme bayi.
  • Meminimalisir risiko anak menjadi picky eater.
  • Memperkuat daya tahan tubuh dan menimalisir risiko penyakit kronis di usia dewasa.

Bagaimana? Kalau fokus pada manfaatnya yang krusial, lebih semangat untuk menerapkan pola makan sehat pada bayi, bukan?

Kalau sudah begitu, perhatikan perubahan utama dalam masa MPASI, yaitu porsi dan waktu pemberian ASI. Terapkan jadwal, agar bayi bisa mendapat asupan ASI yang cukup, namun tetap lahap menyantap MPASI yang telah Ayah dan Bunda sajikan. Berikut ini contoh jadwal pemberian ASI untuk bayi berusia 8—10 bulan:

06.30 – ASI/ASIP/susu formula

08.30 – Bubur/sereal/makanan halus

10.00 – ASI/ASIP/susu formula

12.00 – Bubur/sereal/makanan halus

14.30 – Buah/biskuit/makanan selingan

16.30 – ASI/ASIP/susu formula

18.30 – Bubur/sereal/makanan halus

Yang perlu menjadi perhatian, meski Ayah dan Bunda telah menyiapkan jadwal, pastikan tetap fleksibel, ya. Berikan air putih, jus, atau ASI apabila bayi banyak bergerak dan merasa haus. Tapi, Ayah dan Bunda juga harus lebih peka dalam menilai kebutuhan bayi, karena bisa jadi bayi merengek minta ASI hanya karena merasa tidak nyaman, atau butuh perhatian dan pelukan.

Di sisi lain, berikan susu formula sebagai pilihan terakhir apabila pemberian ASI tidak memungkinkan dan ASIP tidak tersedia. Susu formula juga tidak direkomendasikan jika sajian MPASI telah mengandung gizi seimbang, termasuk kebutuhan kalsium (keju/yoghurt). Dan, untuk menambah asupan ASI, Ayah dan Bunda juga dapat mencampurkan ASI ke dalam MPASI.

Sementara itu, Ayah dan Bunda tidak perlu khawatir jika konsumsi ASI menurun setelah memasuki masa MPASI. Persoalan tersebut merupakan hal yang wajar. Kendati di usia 6 bulan bayi masih mengonsumsi 800 ml ASI, lambat laun akan terus menurun hingga 600 ml di usia 1 tahun. Maka, pastikan kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi melalui MPASI dan terus berikan ASI setidaknya hingga mencapai usia 2 tahun.

Untuk mengukur kecukupan nutrisi pada bayi, Ayah dan Bunda dapat mencermati kurva pertumbuhan anak. Apabila menunjukkan hasil yang positif, serta bayi terlihat sehat dan aktif, pertahankan pola makan tepat 3J yang telah diterapkan. Namun, apabila pertumbuhan bayi stagnan atau menurun, perbaiki pola makan, atau segera konsultasikan kepada dokter spesialis anak untuk mendapatkan pemeriksaan, diagnosis, dan saran yang terbaik untuk bayi Ayah dan Bunda.

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn