Home > Articles > Kesehatan Bayi & Anak > Kenali, 7 Jenis Ruam pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Kenali, 7 Jenis Ruam pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Kulit memerah atau ruam sering terjadi pada kulit bayi yang sensitif. Nah, setidaknya, terdapat 7 jenis ruam pada bayi yang perlu Ayah dan Bunda ketahui. Apa saja, dan bagaimana cara mengatasinya? Simak artikel berikut ini!

Kulit bayi yang sensitif butuh perawatan dan penjagaan ekstra. Hanya saja, meski Ayah dan Bunda telah berupaya mengkondisikan lingkungan, ada kalanya kulit bayi tetap mengalami ruam atau bintik kemerahan. Wah, kenapa bisa begitu, ya?

Tenang dulu, Ayah dan Bunda tidak perlu khawatir. Ruam pada bayi terbilang biasa terjadi, tergantung tingkat sensitivitas dan respon tubuh mereka. Ada baiknya, Ayah dan Bunda segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat diagnosis yang tepat.

Yang perlu Ayah dan Bunda ketahui, terdapat berbagai potensi atau jenis ruam yang biasa terjadi pada kulit bayi. Maka, pastikan Ayah dan Bunda melakukan tindakan pencegahan dan penangan yang tepat. Nah, berikut ini 10 jenis ruam yang sering terjadi pada bayi, serta cara mengatasinya:

Ruam popok

Terlalu lama terpapar urine atau feses, dapat menyebabkan ruam popok pada bayi. Hindari atau atasi dengan mengganti popok secara rutin, serta mengoleskan salep atau krim khusus untuk mengatasi ruam popok. Namun, perhatikan, apabila terdapat bintik merah terang, pembengkakan, melepuh, kulit kering atau pecah-pecah, bisa jadi tanda infeksi jamur. Segera kunjungi dokter untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.

Eksim

Sebagian besar eksim yang dialami bayi dan anak, yaitu eksim atopik. Dapat terjadi karena kulit sensitif atau alergi, akibat kondisi cuaca, makanan, gigitan serangga, atau faktor lainnya. Gejala yang muncul, bisa jadi gatal, kering atau pecah-pecah, lenting, berair, penebalan kulit, dan kemerahan, pada siku, wajah, atau area lipatan kulit.

Milia

Pori-pori yang tersumbat akibat keratin (semacam protein kulit) menyebabkan terjadinya milia, berupa bintik-bintik putih pada hidung, pipi, dagu, atau kelopak mata. Biasa terjadi pada bayi baru lahir dan akan hilang dalam beberapa minggu. Sebagai langkah penanganan, basuh wajah bayi dengan lembut menggunakan air dan sabun bayi sehari sekali.

Biduran

Utikaria atau biduran, berupa ruam gatal yang terjadi karena reaksi alergi terhadap zat tertentu, seperti makanan, obat-obatan, gigitan nyamuk, tungau, sengatan lebah, atau suhu ekstrem. Biduran akan sembuh dalam beberapa hari setelah bayi terhindar dari pencetus alergi. Namun, segera kunjungi dokter jika terdapat gejala anafilaksis, seperti sesak napas atau pembengkakan wajah.

Biang keringat

Cuaca panas yang lembap, atau pakaian yang terlalu tebal, dapat menyebabkan biang keringat pada bayi. Gejalanya, antara lain bintik-bintik merah yang gatal, serta pembengkakan ringan pada area kepala, leher, lengan, bahu, atau kaki. Maka, kondisikan bayi di ruangan yang sejuk, mandikan dengan air dingin, atau pakaikan baju yang tipis dan tidak berlapis-lapis.

Impetigo

Bakteri dapat menyebabkan infeksi kulit pada bayi berupa impetigo, dengan gejala ruam, pecahnya kulit melepuh yang menyisakan berkas kuning kecokelatan, serta luka atau lecet pada kulit bayi. Impetigo biasa terjadi di sekitar hidung dan mulut, dapat menular melalui benda-benda, dan akan sembuh dalam 2—3 minggu.

Penyakit tangan, kaki, dan mulut

Hati-hati apabila bayi mengalami ruam di area tangan, kaki, dan bokong, yang disertai demam, penurunan nafsu makan, sakit tenggorokan, hingga sariawan. Karena, gejala tersebut menunjukkan penyakit tangan, kaki, dan mulut, akibat infeksi virus, sehingga dapat menular lewat batuk, bersin, dan/atau popok bekas. Kendati akan sembuh dalam 7—10 hari, cegah penularan dengan rajin mencuci tangan atau konsultasikan dengan dokter spesialis anak.

Selain 7 ruam pada bayi yang sering terjadi dan telah disebutkan di atas, masih ada beberapa potensi dan jenis ruam lain yang ringan hingga serius, seperti kurap, Slapped Cheek Syndrome, atau meningitis. Sekali lagi, konsultasikan dengan dokter untuk mendapat diagnosis yang tepat.

Namun, secara umum, untuk mengatasi dan mencegah ruam pada bayi, berikut ini upaya yang bisa Ayah dan Bunda lakukan:

  • LIndungi bayi dari suhu ekstrem dan paparan sinar matahari langsung.
  • Jaga kebersihan kulit bayi, untuk menghindari jamur dan bakteri.
  • Kenali pencetus alergi pada bayi untuk dapat menghindarinya.
  • Pastikan bayi menggunakan pakaian yang bersih dan nyaman di kulit.
  • Cuci baju bayi tanpa pewangi atau pelembut.
  • Mandikan bayi dua atau tiga kali sehari dengan air dingin, lalu keringkan tubuhnya dengan tepukan lembut.
  • Oleskan krim perawatan anti nyamuk yang aman bagi kulit bayi dengan bahan aktif lavender dan citronella, seperti Bebe Roosie Bugs RepellentBebe Roosie Bugs Repellent
  • Temui dokter, apabila ruam tidak kunjung membaik dalam 7 hari atau tampak gejala lain yang lebih serius, seperti demam, lesu, atau sakit tenggorokan.

Yang terpenting, Ayah dan Bunda tetap tenang agar bayi tetap ceria, dan semoga baik-baik saja!

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn