Home > Articles > Kehamilan & Menyusui > Penting! Cara Memilih dan Memakai Breast Pump dengan Benar

Penting! Cara Memilih dan Memakai Breast Pump dengan Benar

Para Bunda pejuang ASI merapat, yuk! Sebelum memutuskan untuk menggunakan breast pump dan menyediakan stok ASIP si kecil, ketahui dulu cara memilih breast pump terbaik dan cara menggunakan breast pump dengan benar. Simak selengkapnya di sini!

Memakai breast pump atau pompa ASI merupakan hak semua Bunda. Bagi Bunda pekerja yang kerap berjauhan dengan bayi, breast pump menjadi item wajib karena harus menyediakan ASI perah (ASIP) dan menjaga kelancaran produksi ASI. Sementara bagi Bunda rumah tangga yang selalu bersama bayi, breast pump menjadi item pilihan, apabila produksi ASI terlalu melimpah atau hendak menyimpan stok ASIP sebagai andalan dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk menyusui.

Selain breast pump, Bunda juga dapat menghasilkan ASIP dengan tangan kosong. Kelebihan cara ini, yaitu tidak perlu membeli peralatan dan lebih simpel. Bunda tidak perlu kerepotan membawa breast pump ke mana-mana, sehingga dapat mengeluarkan ASIP di mana saja dan kapan saja. Namun, cara ini membutuhkan latihan yang cukup untuk dapat menghasilkan ASIP dalam volume besar dan sulit dilakukan secara multitasking.

Agar dapat memerah ASI sembari melakukan pekerjaan sederhana, seperti membaca buku, mengetik, atau berkomunikasi via telepon genggam, para Bunda memilih breast pump. Terdapat dua jenis breast pump yang umum digunakan, yaitu breast pump manual dan breast pump elektrik. Keduanya harus digunakan dengan tata cara yang tepat, karena berpotensi bahaya terhadap kondisi payudara.

Perlu Bunda waspadai, penggunaan breast pump yang tidak tepat, dapat menyebabkan risiko cedera payudara, berupa puting yang merekah hingga berdarah. Breast pump juga berpotensi melukai jaringan payudara dan mengakibatkan pendarahan di bawah kulit, apabila digunakan dengan cara yang salah. Kendati demikian, payudara berdarah dan rasa nyeri juga dapat berarti normal, pada masa-masa awal menyusui.

Untuk mengatasi kondisi payudara merekah atau berdarah, Bunda dapat mengoleskan ASI pada area puting yang terluka sebelum menyusui. Bunda juga dapat mengoles tipis salep atau krim lanolin yang diformulasikan khusus untuk ibu menyusui. Hindari penggunaan sabun atau losion di sekitar puting dan areola, dan segera konsultasikan ke dokter laktasi apabila rasa nyeri semakin menganggu dan tidak kunjung sembuh.

So, selalu utamakan langkah preventif ya, Bunda. Pilih breast pump bermerek dengan kualitas yang telah teruji, terutama yang mudah dibawa dan mudah digunakan. Pastikan pula ukuran corong breast pump sesuai dengan ukuran payudara. Dan, bertanyalah pada ibu menyusui yang telah berpengalaman menggunakan breast pump, untuk mendapat rekomendasi.

Sebagai gambaran, inilah dua jenis breast pump yang dapat Bunda pilih:

  1. Breast pump manual

Apabila Bunda tidak terlalu sering menggunakan breast pump, jenis manual dapat menjadi pilihan tepat. Apalagi, kombinasi perah menggunakan tangan kosong dan pompa manual terbukti dapat meningkatkan produksi ASI, lho. Namun, butuh latihan dan koordinasi tangan untuk menerapkannya. Pertama, perah dengan tangan hingga ASI keluar, lalu lanjutkan dengan penggunaan pompa sembari memijat payudara.

  1. Breast pump elektrik

Lebih praktis dan cepat. Terlebih, Bunda dapat memerah ASI dari dua payudara sekaligus jika menggunakan breast pump ganda elektrik. Hanya saja, Bunda harus lebih telaten dalam menyimpan dan membersihkan setiap komponen dari peralatan ini.

Jadi, tentukan pilihan Bunda dengan kondisi dan preferensi masing-masing. Breast pump manual atau elektrik sama-sama butuh kesabaran dan kehati-hatian untuk meminimalisir risiko bahaya. Yuk, terapkan tips aman menggunakan breast pump, berikut ini:

  • Bersihkan kedua tangan, cuci dengan sabun selama 15—30 detik.
  • Basuh tangan menggunakan air hangat, lalu keringkan dengan handuk bersih atau tisu.
  • Bersihkan payudara dengan air, lalu keringkan.
  • Pahami dan ikuti instruksi penggunaan dan perakitan breast pump sesuai produk yang Bunda gunakan.
  • Setelah ASI terkumpul, pisahkan komponen breast pump agar lebih mudah dibersihkan secara keseluruhan.
  • Bersihkan breast pump dengan air hangat dan sabun yang bebas deterjen
  • Keringkan breast pump sebelum dirakit dan disimpan kembali.

Semangat berjuang, para Bunda yang mengASIhi!

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn