Home > Articles > Kehamilan & Menyusui > Asam Folat untuk Ibu Hamil: Manfaat, Takaran, dan Efek Samping

Asam Folat untuk Ibu Hamil: Manfaat, Takaran, dan Efek Samping

Asam folat atau vitamin B9 termasuk asupan penting dalam masa kehamilan. Apa saja manfaat asam folat dan berapa takaran yang tepat? Benarkah kelebihan asam folat dapat memberi efek samping yang berbahaya?

Kesehatan ibu dan janin menjadi prioritas utama selama masa kehamilan hingga momen kelahiran. Maka, Ayah dan Bunda wajib peduli terhadap asupan harian dan nutrisi-nutrisi penting yang dapat mengoptimalkan kebugaran ibu, serta perkembangan janin dalam kandungan. Salah satu yang paling penting, yaitu asam folat atau vitamin B9.

Pada berbagai iklan dan informasi terkait kehamilan yang tersebar di berbagai media, manfaat asam folat memang cukup populer dan kerap diperbincangkan. Dalam kondisi umum, asam folat berkontribusi dalam memproduksi sel-sel baru dan meminimalisir risiko kanker. Sementara dalam masa kehamilan, asam folat memiliki peran krusial dalam mencegah cacat lahir.

Karena itulah, ibu hamil harus memperoleh asupan asam folat dari berbagai sumber, antara lain:

  • kacang-kacangan, berupa kacang kering atau sebagai campuran masakan, seperti kacang kedelai dan kacang polong.
  • sayuran hijau, seperti asparagus, selada, bayam, brokoli, atau sawi.
  • buah-buahan, seperti alpukat, pepaya, dan jeruk.
  • biji-bijian, seperti jagung dan gandum, serta dalam bentuk olahan berupa mie dan sereal.
  • lauk harian, seperti telur, ikan, daging, atau hati.
  • susu dengan kandungan asam folat tinggi.

Dari berbagai jenis makanan yang telah disebutkan di atas, Bunda dapat memperoleh beragam manfaat, baik sebelum, selama, dan setelah kehamilan. Apa saja? Berikut ini manfaat asam folat bagi kesehatan dan keselamatan ibu hamil:

  • Mencegah keguguran, terutama di masa-masa awal kehamilan.
  • Meminimalisir risiko preeklamsia, kelahiran prematur, atau bayi lahir dengan berat badan rendah.
  • Mencegah anemia, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi yang rawan terjadi pada ibu hamil.
  • Mencegah bibir sumbing dan kelainan jantung pada bayi baru lahir.
  • Membantu pembentukan jaringan tubuh, serta perkembangan otak dan sumsum tulang belakang bayi, sehingga menghindari risiko cacat lahir, seperti neural tube defect.
  • Menjaga dan mengoptimalkan fungsi sel-sel tubuh, serta menjaga kesehatan kulit, rambut, dan kuku.
  • Mencegah komplikasi selama kehamilan, karena dapat meningkatkan produksi sel darah merah, pembentukan DNA, dan imunitas.
  • Meminimalisir gejala depresi yang kerap terjadi selama kehamilan.

Yang perlu Ayah dan Bunda ketahui, dosis yang direkomendasikan ketika mengonsumsi suplemen asam folat perlu disesuaikan dengan usia dan kondisi kehamilan. Karena, kelebihan asam folat dapat menimbulkan efek samping yang cukup serius. Dalam sebuah studi, ibu hamil dengan kadar asam folat yang sangat tinggi, memiliki risiko dua kali lebih besar untuk melahirkan anak autisme dibandingkan ibu hamil dengan kadar asam folat normal.

Lebih jauh lagi, kelebihan kadar vitamin B12 juga dapat meningkatkan risiko hingga tiga kali lebih besar untuk kelahiran anak autisme. Risiko tersebut bahkan melonjak hingga 17 kali lebih besar apabila ibu hamil mengalami kelebihan asam folat dan vitamin B12. Meski studi ini tidak menjelaskan latar belakang atau penyebab kelebihan kadar asam folat atau vitamin B12 ketika persalinan, data menunjukkan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan pola makan selama kehamilan, konsumsi suplemen asam folat, serta gangguan genetik.

Maka, untuk mendapatkan manfaat asam folat secara optimal dan menghindari efek samping kelebihan asam folat, ibu hamil harus memenuhi kebutuhan asam folat dalam jumlah atau takaran yang tepat, yaitu:

  • 400 mcg atau 0,4 mg asam folat per hari, untuk perempuan berusia 15—45 tahun, terutama yang sedang merencanakan kehamilan dan selama trimester (3 bulan) pertama usia kandungan.
  • 600 mcg atau 0,6 gram asam folat per hari ketika kandungan memasuki bulan ke-4 hingga ke-9.
  • 500 mcg atau 0,5 mg asam folat per hari dalam masa menyusui.

Kendati kelebihan asam folat memiliki dampak yang cukup mengkhawatirkan, tubuh manusia sulit memenuhi kebutuhan asam folat hanya dari makanan harian, sehingga mengonsumsi suplemen asam folat tetap dianjurkan bagi ibu hamil. Namun, waspadalah apabila Bunda mengalami tanda-tanda kelebihan asam folat, seperti kurang konsentrasi, linglung, mati rasa atau kesemutan, kelelahan, dan tubuh terasa lemas. Terlebih, bagi sebagian orang, suplemen asam folat juga dapat menimbulkan efek samping, berupa mual, rasa aneh di mulut, sulit tidur, kembung, dan fluktuasi perasaan.

Demi menghindari segala kemungkinan yang tidak diinginkan, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen asam folat. Terutama, apabila Bunda alergi terhadap asam folat atau tengah mengalami gejala anemia. Terapkan dan patuhi pula jadwal konsumsi suplemen dengan cermat untuk menghindari overdosis asam folat.

Yang tidak kalah penting, jangan lupa berdoa, selalu bersemangat, dan semoga ibu dan bayi dapat lahir dengan sehat dan selamat!

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn