Home > Articles > Kesehatan Bayi & Anak > 7 Tips Menjaga Kehangatan Bayi di Musim Hujan

7 Tips Menjaga Kehangatan Bayi di Musim Hujan

Memasuki musim hujan, bayi butuh perlindungan ekstra agar tetap merasa hangat. Maka, Ayah dan Bunda perlu melakukan berbagai upaya agar suhu dingin tidak menghinggapi Si Kecil. Pastikan bayi tetap hangat, sehat, dan bersemangat!

Daun-daun basah, gemercik air, embun jendela, menyatu harmonis menjadi panorama indah di musim hujan. Namun, pada suhu dingin dan lembab begini, kesehatan anak menjadi perihal penting yang memicu kekhawatiran Ayah dan Bunda. Terlebih, dalam kondisi cuaca yang tidak stabil, penyakit umum seperti flu, batuk, dan diare lebih mudah menyerang si kecil.

Wah, kalau begitu, Ayah dan Bunda harus selalu sigap dan menjaga bayi tetap hangat. Bagaimana caranya? Berikut ini tips yang dapat Ayah dan Bunda terapkan untuk melawan suhu dingin selama musim hujan:

  1. Berikan baju yang hangat dan nyaman

Apabila hendak bepergian atau suhu di rumah terasa begitu dingin, pakaikan baju berlapis dengan bahan yang nyaman bagi kulit bayi, serta pastikan baju benar-benar kering dan tidak lembab. Lalu, jika bayi tampak berkeringat setelah aktif bergerak, segera ganti pakaian bayi, agar tetap kering dan terasa nyaman.

  1. Pastikan kecukupan asupan harian

Untuk bayi yang telah berusia 6 bulan, asupan nutrisi yang baik akan membuat tubuhnya tetap hangat. Maka, tepati jadwal pemberian ASI dan MPASI, baik makanan utama maupun selingan. Jika perlu, tambah porsi buah dan sayur yang mengandung vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi dan vitamin D untuk menjaga kelembaban kulit. Sementara untuk bayi yang masih berusia kurang dari 6 bulan, akan lebih mudah. ASI eksklusif dan dekapan Bunda telah cukup membuatnya hangat dan tetap sehat.

  1. Atur waktu mandi

Dalam cuaca dingin dan tidak berkeringat, Ayah dan Bunda tidak perlu memandikan bayi terlalu sering. Cukup satu kali sehari dengan durasi yang tidak terlalu lama (kurang dari 10 menit), atau cukup dengan menyeka bagian-bagian penting, seperti ketiak, siku, wajah, telinga, dan area bokong yang tertutup popok. Namun, apabila bayi terkena kotoran dan mengeluarkan banyak keringat, Ayah dan Bunda dapat langsung menyeka atau memandikan, dan mengganti baju bayi agar ia merasa nyaman.

  1. Hindari potensi terjadinya infeksi penyakit

Kondisi tubuh yang tidak begitu sehat dapat membuat bayi menggigil atau lebih sensitif terhadap perubahan suhu. Maka, sebisa mungkin, hindari segala potensi terjadinya penyakit, seperti flu, batuk, diare, dan sebagainya. Jaga kebersihan tubuh bayi, makanan, lingkungan rumah, serta tangan Ayah dan Bunda ketika mengurus bayi. Jika memungkinkan, jauhkan pula bayi dari tempat ramai yang rawan terjadi infeksi penyakit.

  1. Pakaikan pelindung ekstra

Ketika hendak bermain di luar rumah dalam cuaca dingin, pastikan Ayah dan Bunda membawa payung dan perlindungan ekstra untuk bayi. Pakaikan bayi topi hangat, kaus kaki, dan sarung tangan jika diperlukan. Selain itu, bawalah selimut atau bedong untuk menggendong bayi yang baru lahir.

  1. Aktif bermain di dalam rumah

Ajak bayi bergerak agar tubuhnya terasa hangat. Tidak perlu berlebihan hingga mengeluarkan keringat, yang terpenting, bayi terlihat ceria dan aktif, agar sistem metabolisme tubuhnya berlangsung secara optimal. Ayah dan Bunda juga perlu memeluk bayi lebih sering agar ia merasa nyaman dan terlindungi.

  1. Oleskan minyak telon

Kulit bayi yang sensitif juga memerlukan perlindungan. Agar tetap lembab dan terasa hangat, oleskan minyak telon multiguna seperti Bebe Roosie Telon Cream yang secara khusus diformulasikan untuk memberi kelembaban, menjaga kehangatan, bahkan mengusir nyamuk, dengan bahan alami yang aman bagi kulit bayi.

Nah, dengan persiapan dan perlindungan yang lengkap untuk menjaga kehangatan bayi, kini Ayah dan Bunda tidak khawatir lagi dengan hadirnya musim hujan, bukan?

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn