Home > Articles > Parenting Tips > 7 Tips Jitu Menghadapi Tipe Anak Picky Eater

7 Tips Jitu Menghadapi Tipe Anak Picky Eater

Berdamai dengan anak yang suka pilih-pilih makanan (picky eater) bukan persoalan mudah. Ada kalanya, makanan dimuntahkan kembali, dan sering kali ia menutup mulut rapat-rapat sembari menggeleng keras. Wah, demi tetap menjaga asupan nutrisi harian anak, cari tahu penyebab dan solusinya, yuk!

Dunia parenting selalu penuh kejutan. Barangkali, Bunda telah berjuang sepenuh hati memasak sayuran organik, ikan salmon, serta menyajikan aneka buah, demi asupan nutrisi yang seimbang. Bisa jadi, Bunda juga sengaja meluangkan waktu untuk meracik kudapan lezat yang bebas bahan aditif, agar anak tidak jajan sembarangan.

Namun, alih-alih senang, anak malah menolaknya dan meminta makanan lain yang cenderung kurang sehat, seperti sosis, nugget, kerupuk, atau bahkan, mie instan?

Wah, tenang dulu, Ayah dan Bunda. Tidak perlu terbawa emosi atau khawatir berlebihan. Welcome to the club. Ada berjuta-juta orang tua yang mengalami hal serupa di luar sana.

Memiliki tipe anak picky eater atau anak yang suka pilah-pilih makanan, memang butuh ketabahan ekstra. Suasana makan jadi mencekam dan penuh kecemasan. Ayah dan Bunda harus pandai-pandai menyiasati kondisi dan suasana hati anak, agar ia mau mengonsumsi makanan sehat yang telah disediakan.

Tapi, kira-kira apa penyebabnya, ya? Coba telusuri, berikut ini 5 faktor yang bisa menjadi penyebab anak menolak atau memilih-milih makanan:

  • Bosan, karena tampilan atau rasa masakan cenderung monoton.
  • Rasa “aneh” pada lidah anak, karena terbiasa dengan makanan manis atau asin, sehingga tidak nyaman dengan rasa sayur atau buah yang cenderung segar.
  • Pola makan kurang baik, berupa jadwal makan yang tidak pasti atau cemilan sepanjang hari, sehingga tidak ada jam biologis yang merangsang rasa lapar.
  • Memiliki makanan favorit, sehingga tidak mau atau enggan mencoba makanan lain.
  • Tidak lapar, bisa jadi karena asupan telah tercukupi, terlalu banyak mengonsumsi cemilan, atau tidak enak badan.

Nah, setelah memperkirakan lima alasan anak menjadi picky eater, Ayah dan Bunda bisa mulai merancang strategi untuk menghadapinya. Apa saja upaya yang dapat dilakukan untuk menstabilkan nafsu makan anak? Berikut ini 7 tips jitu mengatasi tipe anak yang suka pilah-pilih makanan:

  • Sajian yang variatif dan menarik

Dengan sentuhan kreativitas, buatlah makanan menjadi lebih menarik bagi anak. Misalnya, menata sayur dan buah sedemikian rupa hingga berbentuk seperti taman atau wujud hewan. Bisa pula memadukan bahan makanan sehat bersama makanan favorit anak, berupa sandwich, sup, atau nugget sayur.

  • Menjauhkan distraksi

Bantu anak untuk fokus terhadap makanan. Jauhkan segala distraksi, seperti gawai, televisi, buku, atau mainan, agar anak dapat bereksplorasi, serta membiasakan diri dengan tekstur dan rasa makanan.

  • Tidak memaksa

Barangkali anak sudah kenyang atau tidak menyukai makanan yang disajikan. Meski cemas, tidak perlu memaksa dengan ancaman atau kekerasan, karena dapat membuat anak merasa trauma dan semakin enggan untuk makan. Sediakan saja variasi makanan baru dan sehat setiap hari, serta pancing rasa ingin tahu anak melalui cerita tentang manfaat atau kisah yang berkaitan dengan makanan tersebut.

  • Menjaga suasana hati anak

Hadirkan atmosfer yang menyenangkan ketika makan untuk menjaga mood anak. Misalnya, menggunakan piring yang lucu, tampilan makanan yang menarik, ucapan kasih sayang, makan bersama, dan bercerita dengan ceria.

  • BLW (Baby Led Weaning)

Konsep BLW yang menjadikan makan sebagai pengalaman positif dan interaktif, dapat mencegah anak menjadi picky eater sejak usia dini. Dan, cara yang sama juga dapat menjadi solusi ketika anak mulai pilih-pilih makanan. Biarkan anak menyentuh, serta bereksplorasi dengan makanan mereka, dan dukung mereka lebih mandiri dalam memilih makanan.

  • Memberi teladan

Anak cenderung meniru orang tua mereka. Maka, tunjukkan ketertarikan Ayah dan Bunda terhadap sayur dan buah, untuk membuat anak ingin mencobanya. Makanlah bersama dan buatlah momen makan jadi lebih menyenangkan.

  • Menerapkan jadwal makan

Apabila anak menolak makanan karena telah kenyang dengan susu atau cemilan, terapkan pola makan 3J, yaitu jumlah, jenis, dan jadwal yang tepat. Dengan ritme tersebut, tubuh anak pun secara alamiah membentuk jam biologis untuk makan

Selamat mencoba dan terus berjuang, Ayah dan Bunda!

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn