Home > Articles > Parenting Tips > 7 Alasan Ayah dan Bunda Wajib Memeluk Anak Setiap Hari

7 Alasan Ayah dan Bunda Wajib Memeluk Anak Setiap Hari

Ekspresikan kasih sayang Ayah dan Bunda dengan memeluk anak setiap hari. Karena, meski terkesan sederhana, ternyata pelukan memiliki “keajaiban” di luar dugaan. Yuk, nikmati momen kebersamaan dengan pelukan hangat yang menenangkan.

Masa terus bergerak membawa anak-anak beranjak dewasa. Ya, begitu pula Ayah Bunda yang semakin tua. Barangkali, kini Ayah dan Bunda baru saja memiliki bayi. Namun, tidak butuh waktu lama hingga bayi tersebut menjelma menjadi remaja yang bisa memiliki pilihan, serta dunianya sendiri.

Hingga suatu hari, momen-momen kebersamaan kalian menjadi sesuatu yang amat mewah dan sangat berharga.

Maka, live in the moment. Anak-anak tidak hanya butuh makanan dan fasilitas kehidupan. Mereka membutuhkan figur orang tua sebagai teman, bersenang-senang, diskusi, dan mencurahkan segala rasa. Karena itulah, ekspresikan kasih sayang Ayah dan Bunda kepada mereka setiap hari.

Salah satunya, dengan pelukan yang hangat dan tulus. Meski terkesan mudah dan sederhana, pelukan memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan fisik dan mental anak. Apa saja? Berikut ini 7 alasan Ayah dan Bunda wajib memeluk anak setiap hari:

  1. Memicu kebahagiaan bagi anak dan orang tua

Pelukan dapat memicu pelepasan hormon oksitosin yang berimplikasi pada perasaan tenang dan bahagia. Dengan demikian, akan terbentuk memori yang menyenangkan bagi anak dan orang tua. Nah, hormon oksitosin ini juga muncul ketika Bunda menyusui bayi. Itulah sebabnya ada ikatan batin yang erat dan akrab di antara ibu dan anak.

  1. Mengikis perasaan yang negatif

Ketika Ayah dan Bunda memeluk anak, akan muncul perasaan positif yang menyeruak. Perasaan tersebut dapat mengikis perasaan negatif, seperti ketidaknyamanan, buruk sangka, kecemasan, ketakutan, bahkan kesepian. Pelukan juga akan meredakan perasaan kecewa akibat kegagalan atau kejadian yang tidak sesuai rencana.

  1. Membentuk karakter yang positif

Dengan atau tanpa kata-kata, pelukan dapat membahasakan pesan bahwa segalanya dalam keadaan baik-baik saja, serta selalu ada orang yang mendukung dan melindunginya dalam kondisi sesulit apapun. Sehingga, dalam proses tumbuh kembangnya, anak terbentuk menjadi pribadi yang optimis, mandiri, dan percaya diri. Anak juga belajar untuk lebih berempati dan peduli terhadap orang lain.

  1. Menjalin komunikasi yang terbuka

Kepercayaan, perasaan nyaman, dan dukungan, akan membuka jalan bagi komunikasi yang baik. Pelukan juga dapat menggiring anak untuk lebih terbuka, serta tidak segan mengutarakan keinginan dan perasaannya kepada Ayah dan Bunda.

  1. Membangun keluarga yang kokoh dan harmonis

Apabila Ayah dan Bunda rajin memeluknya, anak akan merasa bahwa ia tidak pernah sendiri. Keluarga ada sebagai rumah. Satu untuk semua, semua untuk satu. Sehingga, anak menyadari bahwa ada orang-orang yang setulus hati mencurahkan cinta padanya. Selain itu, dapat muncul rasa saling menjaga dan menghargai satu sama lain di antara anggota keluarga.

  1. Menurunkan risiko penyakit jantung dan depresi

Dalam dekapan Ayah dan Bunda, anak akan merasa tenang dan rileks, sehingga peredaran darah lebih lancar dan detak jantung dapat terkendali. Pelukan juga diperkirakan mampu mengurangi kadar hormon kortisol dalam tubuh, sehingga menurunkan risiko penyakit jantung dan menghindari terjadinya depresi akibat tekanan adrenalin.

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh

Dalam kondisi tenang, nyaman, dan rileks, organ-organ tubuh anak dapat menjalankan fungsinya secara optimal. Dengan kata lain, pelukan memberi efek positif terhadap imun atau sistem kekebalan tubuh, sehingga anak lebih tangguh dalam menghadapi serangan dari berbagai bakteri dan virus penyebab infeksi.

Wah, ternyata pelukan dari Ayah dan Bunda memiliki “keajaiban” yang berpengaruh besar terhadap kesehatan fisik dan mental anak! Kalau begitu, yuk budayakan untuk mengekspresikan kasih sayang, serta lebih peka dan peduli, demi menikmati setiap momen kebersamaan. Big hug!

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn